Pada
budidaya ulat sutera area pemeliharaan ulat kecil dikerjakan pada
tempat yang khusus disebut UPUK (Unit Pemeliharaan Ulat Kecil). Ruang
pemeliharaan pada budidaya ulat sutera
perlu dilengkapi dengan jendela atau ventilasi untuk sarana sirkulasi
udara supaya suhu yang ada di dalam ruangan tetap terjaga.
Ruang
pemeliharaan untuk budidaya ulat sutera minimal dilengkapi dengan kotak
atau rak untuk tempat pemeliharaan ulat sutera, gunting stek, area
daun, pisau, jaring ulat, ember/baskom, ayakan, kain penutup daun, hulu
ayam, kertas minyak/parafin, kerta alas, lap tangan dan lain-lain.
Pengembangan
ulat sutera jenis samia cynthia ricini, mempunyai nilai yang sangat
bagus untuk meningkatkan ekonomi di daerah dan kesejahteraan masyarakat
daerah. Oleh karena itu, ulat itu tidak makan daun murbei seperti jenis
ulat sutera biasa. Melainkan bisa memakan daun singkong yang banyak
terdapat di daerah Wonogiri.
Penelitian
budidaya ulat sutera pemakan daun singkong yang sedang dikembangkan di
Kabupaten Wonogiri, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan
produktifitas petani, kualitas, dan kapasitas produksi pertanian yang
belum sepenuhnya di adopsi oleh para petani sebagai masyarakat petani
agro industri.
Proses pemeliharaan ulat surtra
Tahapan
pertama untuk budidaya ulat sutera ialah persiapan. Untuk mempersiapkan
peternakan ulat sutera, ada tiga hal yang paling utama yaitu tempat
pemeliharaan, bibit, dan pakan. Kandang ulat sutera berbentuk ruangan
dengan rak didalamnya.
Alangkah
baiknya sediakan juga dua ruang yang berbeda untuk teknik beternak yang
ditujukan untuk ulat sutera kecil dan ulat sutera besar. Pastikan
ruangan mempunyai ventilasi dan jendela dan didesinfektan 2 atau 3 hari
sebelum pemeliharaan ulat dimulai dengan memakai larutan kaporit 0,5%
atau formalin (2-3%) disemprotkan secara merata ke seluruh raungan
tempat pemeliharaan.
Bibit Ulat Sutera
Persiapan
yang kedua dalam teknik budidaya ulat sutera ialah menyediakan bibit
ulat sutera. Pesanlah bibit sekurang-kurangnya 10 hari sebelum
pemeliharaan ulat akan dimulai dan lakukanlah inkubasi supaya
penetasannya merata.
Sebarkan
telur di dalam sebuah kotak penetasan lalu ditutup dengan menggunakan
kertas putih tipis. Selanjutnya simpan pada kotak di dalam tempat sejuk
yang terhindari dari sinar matahari secara langsung, di suhu berkisar 25
derajat celcius sampai 28 derajar celcius dan kelembaban sekitar 75
sampai 85%. Setelah terlihat bintik biru di telur, bungkus memakai kain
hitam selama 2 hari, dan telur pun akan siap untuk dikembangbiakkan.
Pakan Ulat Sutera
Hal
yang tidak kalah pentingnya di dalam berternak ulat sutera adalah pakan
atau makanan ulatnya. Selain tanaman murbei, ulat sutera juga mempunyai
kemamupuan lain untuk memakan tanaman selain tanaman murbei. Pakan
tersebut adalah dari daun singkong.
Sebelum
melakukan budidaya ulat sutera pemakan daun singkong ini sebaiknya
dilakukan penanaman singkong terlebih dahulu supaya ketersediaan pakan
ulat sutera saat sudah menetas dan berkembang bisa terpenuhi dengan
baik. Dalam hal melakukan penanaman singkong untuk budidaya ulat sutera
terdapat 2 metode yaitu Stek mata untuk hasil umbi yang bagus, lalu
jarak tanam rapat 5 cm x 5 cm untuk hasil daun singkong yang banyak.
Siklus Hidup Ulat Sutera
Siklus
hidup ulat sutera dimulai dari telur yang menetas menjadi ulat kecil
dan berkembang menjadi ulat dewasa, kemudian berubah menjadi pupa atau
kepompong, dan akhirnya menjadi ngengat yang akan menetaskan telur lagi.
Ada lima fase atau instar selama hidup ulat sutera dimana pada setiap
akhir instar, ulat sutera akan mengalami masa tidur atau istirahat,
serta pergantian kulit. Pada instar 1 hingga instar 3, ulat sutera
disebut ulat sutera kecil, sementara pada instar 4 sampai 5 ulat sutera
disebut ulat sutera besar.
Proses Pemeliharaan atau Perawatan Budidaya Ulat Sutera
Ulat
yang baru menetas dari kotak inkubasi dipindahkan kedalam tempat
pemeliharaan untuk ulat kecil dan diberi makan secara teratur tiga kali
sehari pada pagi, siang, dan sore hari. Setelah itu, kurang lebih 4
hari, ulat muda akan berada pada akhir instar pertama dan kemudian akan
mengalami masa tidur. Pada masa tidur, ulat ditaburi kapur dan tidak
perlu diberi makan, serta jangan lupa untuk membuka ventilasi dan
jendela supaya udara mengalir dengan baik.Setelah itu, instar kedua pun
dimulai. Ulat kembali diberi makan hingga kembali mengalami masa
istirahat pada akhir instar.
Lakukan
hal yang sama dalam memelihara hingga ulat berada pada akhir instar
ketiga. Pada saat tersebut ulat sudah berukuran cukup besar dan harus
dipindahkan ke ruangan yang lebih luas dengan suhu 24 sampai 26 derajat
celcius dan kelembapan sekitar 70 sampai 75%. Pada instar kelima, ulat
akan mulai mengkokon. Ulat yang siap mengkokon dipindahkan kedalam alat
pengokonan yang dapat terbuat dari karton, plastik atau bambu.
Pengkokonan berlangsung selama sekitar 7 hari dan selanjutnya kokon siap
dipanen dan dipasarkan atau diolah sebagai benang bahan baku pembuatan
kain sutera.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar